Kamis, 27 November 2008

Tips cara merawat notebook agar lebih awet

Tips cara merawat notebook agar lebih awet 

Notebook sekarang ini menjadi barang yang kelihatannya sudah “wajib” dimiliki terutama untuk para pebisnis dan mahasiswa. Popularitas notebook belakangan ini meningkat apalagi harga yang sekarang lebih terjangkau dibanding 2 tahun terakhir. Dengan dana 5-6 juta-an, kita sudah bisa memiliki notebook dengan spesifikasi yang cukup memadai, sekedar untuk penggunaan program seperti word, excell, powerpoint & aplikasi corel Draw dan photoshop juga bisa (*asal tambah memory-nya) meskipun ngak cepet-cepet amat. Biasanya NB tsb juga sudah ada yang dipaket dengan cardreader, webcam dan pastinya CDRW atau DVDRW. Merek terkenal seperti HP, Acer, Toshiba banyak tersedia di level ini. Atau kalau mau nyari yang rada kencengan, tambah dikit dananya bisa dapet yg sudah pake core duo meski tanpa windows, atau cari yang BM saja (*kalau ingin plus windows ori, tapi resiko tanggung sendiri ! ).
Namun entah karena penjualannya sudah kebanyakan atau memang ngak care, umumnya konsumen ngak dikasih tau (klo ngak cerewet) tentang tips cara menggunakan dan merawat notebook/laptop agar lebih awet. Hanya sekedar ingin berbagi sedikit yang saya tahu, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh pengguna :

TIPS MERAWAT NOTEBOOK/LAPTOP :

1. Jika kita tidak pake UPS, lebih baik baterai laptop tidak dilepas.

  Notebook lebih rentan terhadap loncatan arus yang tiba-tiba seperti bila terjadi 
  konsleting, mati listrik mendadak dll dibandingkan dengan komputer desktop. 
  Umumnya banyak kasus kerusakan motherboard karena hal ini, dengan kondisi
  laptop layarnya ngeblank, mati total dll.
   
  Tapi hati2 juga kalau baterai tetap terpasang, usahakan tdk over charge terlalu
  lama karena selain bikin baterai cepat ngedrop juga bisa mengakibatkan NB jadi
  overheat dan ini fatal sekali karena bisa memicu kerusakan pada motherboard 
  (harganya sktr 1,5-2 jt) serta memicu panas pada harddisk.
  (kayak yg repot banget ya punya laptop hehe.. makanya mending beli UPS!) 

2. Pastikan arus masuk dari kabel adaptor ke notebook, setelah kabel power
  (yang ke listrik AC) tersambung terlebih dulu

  SKEMA : kabel power adaptor masuk dulu ke listrik AC, baru ke laptop

  Kelihatannya sepele, namun kerusakan seperti pada point 1 juga bisa terjadi
  karena hal ini. Umumnya pada saat kita masukan kabel power ke listrik dirumah, 
  kita tidak memperhatikan munculnya percikan api, sementara kabel adaptor
  sudah disambungkan ke laptop, hal inilah yang kadang memicu timbulnya
  kerusakan motherboard. Dibeberapa merek ada yang mengakibatkan
  laptop terus me-restart padahal sudah di shutdown (jika batere terpasang),
  atau meminta password factory default (beberapa kasus terjadi di merk toshiba,
  biaya reset password saja hingga 500 ribu!! ) dll.

3. Hati-hati terhadap cara pemakaian baterai notebook/laptop

  Jangan serem dulu !!…hanya sekedar berhati-hati karena harga baterai original
  lumayan mahal (+ Rp 1 jt – 1,5 jt). Baterai notebook terbuat dari Lithium Ion 
  dimana penggunaannya tidak boleh sampai habis sekali dan tidak boleh over
  charge (bisa mengakibatkan cepat ngedrop selain dapat mengakibatkan laptop
  jadi overheat). Baiknya baterai di-charge jika mendekati 10%-20% dan bila sudah
  penuh cabut saja kabel adaptor yang terhubung ke notebook.

  Bila notebook tidak dipakai untuk jangka waktu yang lama maka sebaiknya
  baterainya dilepas dulu. Namun perlu diperhatikan ada beberapa kasus baterai
  yang tidak dipakai sama sekali (karena ingin awet dibiarkan hingga 6 bulan tidak
  dipakai) malah jadi rusak. Sekedar tambahan info yang saya dapatkan, baterai
  Lithium Ion adalah liquid tidak seperti lithium polimer (*contoh baterai HP) yang
  merupakan baterai kering, sehingga bila tidak dipakai lama, baterai akan menjadi 
  kering/beku.

Lakukan kalibrasi baterai notebook
  Agar kondisi baterai tetap bagus dan display indikatornya akurat sesekali lakukan
  kalibrasi 1-2 bulan sekali (jangan terlalu sering) yaitu dengan cara charge baterai 
  hingga penuh dimana kondisi laptop dimatikan. Kemudian nyalakan laptop, tapi
  pada posisi safe mode (tekan tombol F8 begitu dinyalakan), dan biarkan
  laptop terus menyala hingga baterainya habis (mati dengan sendirinya). Tips ini
  dapat dilakukan juga untuk mengecek baterai notebook bila kita ingin
  memastikan apakah baterai benar-benar ngedrop atau tidak. 

4. Jangan simpan laptop diatas kasur atau bantal

  Jaga kelancaran sirklulasi udara pada notebook/laptop, lihat bagian bawah
  notebook anda. umumnya pada merek yang beredar, kipas selalu ditempatkan
  di bagian bawah. Jadi bisa dibayangkan jika notebook disimpan diatas kasur
  atau bantal, akan menghalangi sirkulasi udara masuk dan keluar guna
  mendinginkan suhu laptop, hal ini dapat berakibat fatal (*serius!), notebook 
  jadi overheat yg mengakibatkan motherboard + processornya bisa terbakar. 

5. Gunakan protector untuk layar LCD & keyboard notebook 

  Bila kita termasuk orang yg agak sedikit kurang hati-hati (baca jorok). sebaiknya
  sekalian lindungi layar LCD notebook dengan screen protector untuk menjaga
  dari goresan2 karena ini tidak bisa diperbaiki. Lindungi juga keyboard misal dari
  tumpahan kopi, percikan air, tangan yang berminyak (tombol keyboard jadi hilang
  hurufnya dan terlihat mengkilap dibeberapa bagian -- ganti keyboard sekitar
  400 ribu tergantung merk laptopnya)

  Bila tidak sengaja keyboard kita ketumpahan air, segera balikan laptop (dengan
  posisi agar air dapat jatuh keluar), matikan arus listrik yang masuk ke laptop dan
  lepaskan baterainya (jika sebelumnya terpasang), keringkan dengan hairdryer &
  pastikan kondisi komponennya telah kering bila laptop akan dinyalakan kembali.
  (Bila anda ragu2 minta bantuan saja ke service centernya)

6. Hati-hati ! jangan menaruh beban di atas layar monitor
   
  Layar notebook merupakan bagian yg cukup rawan karena merupakan liquid,
  maka mekipun pada posisi notebook tertutup, hindari adanya beban yg bisa
  menekan layar seperti buku, adaptor dll yang biasanya tanpa sadar kita lakukan
  terutama saat laptop di simpan dalam tas. Hal inilah yg dapat menyebabkan
  layar LCD muncul garis2, titik2 warna yg mencolok, bercak seperti jamuran
  karena adanya dead pixel pada LCD.

7. Hati2 klo pake modem speedy ato kabel LAN di laptop
   
  Maksudnya adalah bila kita pengguna speedy yg menggunakan koneksi dr 
  modem via kabel LAN, yg perlu diperhatikan adalah :

  a. Jangan menggunakan dudukan laptop yg bisa diputar dsb, usahakan 
  posisi NB tidak berubah posisi saat menggunakan LAN, hal ini untuk 
  menghindarkan goyahnya posisi port LAN di notebook akibat pergeseran 
  kabel yg sedang terpasang di laptop.

  b. Bila kondisi pemasangan kabel LAN di NB sering di lepas pasang, perlu
  HATI2 !!, karena umumnya tanpa kita sadari, seringnya di lepas pasang tsb
  lama kelamaan posisi ujung kabel RJ 45 (kabel LAN) tdk terpasang/terkunci
  sempurna di NB kita (tdk ada suara klik,posisi agak mengendur/mudah lepas)
  Dan bila kita terus paksakan kondisi tsb, secara otomatis cara pasangnya
  juga lama kelamaan jadi tdk benar (akan dipaksakan), hal inilah yg akan 
  mengakibatkan rusaknya port LAN card yg ada di Notebook.

  Nah disini repotnya, klo port LAN NB-nya rusak, masih mending klo bisa 
  diservice biasa...nah klo mesti ganti MB-nya (biasanya service center akan
  menyarankan untuk replace system board = yg artinya : ganti mainboardnya!!
  bisa kena 1-1,5jt)
   
  Untuk menghindarinya : paling gampang, tuker posisi ujung kabel yg biasa 
  kita pake untuk NB dengan yg biasa terpasang pada modem, bila dirasa ujung
  kabel jadi agak susah terpasang di NB. Tapi yg paling bagus ya..mending ganti
  ujung kabel LAN-nya, paling mahal cmn 5 rb perak. 
  
Semoga dapat bermanfaat…

Tidak ada komentar: